Pages

Friday, 28 August 2015

Alasan Ilmiah Perintah Mengumandangkan Adzan Pada Bayi

Dream - Kelahiran merupakan peristiwa penting yang sangat diharapkan pasangan orang tua. Setelah lahir, biasanya sang ayah akan langsung mengumandangkan adzan dan Iqamah ke telinga anak yang baru dilahirkan. Biasanya adzan dikumandangkan pada telingan bagian kanan, sedangkan Iqamah dikumandangkan pada telinga kiri.

Hal ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan harapan anak tersebut tumbuh dalam kesalehan dan ketaatan kepada Allah. Namun, mengumandangkan Adzan dan Iqamah tidak hanya sebatas menjalankan anjuran Nabi SAW. Lebih dari itu, kegiatan ini ternyata berdampak medis yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. 

Ulama cendekiawan muslim dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, DR. Karyono Ibnu Ahmad mengatakan, saat sang ayah mengumandangkan adzan  di telinga kanan, maka suara tersebut  dapat merangsang saraf kecerdasan bayi untuk berfikir. Sedangkan iqamah yang dikumandangkan di telinga kiri, dapat merangsang kecerdasan emosi atau rasa si bayi. Namun hal ini harus disertai doa kepada Allah SWT. 

Sementara itu, berdasarkan penelitan Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, As’ad Syamsul Arifin mengungkapkan adanya hubungan antara nilai edukasi dan pengaruh adzan di telinga bayi baru lahir. Dalam penelitian yang berjudul “Nilai-Nilai Edukatif dalam Hadits Nabi: Studi Analisis Terhadap Hadits Nabi tentang Adzan di Telinga Bayi” disebutkan bahwa hadits tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak, terutama sekali pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah.

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa adzan dapat memberikan dampak positif untuk membangun kecerdasan spiritual pada anak. Pasalnya saat bayi merupakan masa keemasan yang  mampu mampu menerima informasi dengan mudah, dan informasi keagamaan yang disampaikan melalui adzan yang disenandungkan pada saat anak lahir akan terserap dengan baik dan kemudian informasi yang tersimpan di dalam otak anak itu akan mencuat kembali ketika ia mengalami atau mempelajari agama Islam di saat ia sudah mulai bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga pada saat itu anak akan mudah menangkap informasi lanjutan tentang agama tersebut.

As’ad Syamsul Arifin mengatakan, Anak sejak dilahirkan sesungguhnya adalah merupakan mahluk yang jenius dan sudah semestinya bagi orang tua untuk memberikan segala informasi yang bermanfaat bagi anak agar kejeniusan tersebut tidak terpupus. Diantara keutamaan syariat Islam terutama bagi umat Islamnya sendiri, ialah bahwa syariat Islam telah menjelaskan tentang seluk beluk hukum dan dasar-dasar pendidikan yang berkaitan dengan anak. 

Dengan demikian seorang pendidik akan dapat melaksanakan kewajiban terhadap anak secara jelas. Sungguh merupakan keniscayaan bagi setuap orang yang bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan untuk melaksanakan kewajibannya secara sempurna sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah diletakan oleh Islam dan yang digambarkan oleh pendik pertama, Nabi Muhammad SAW. 

Seyogyanya kewajiban mendidik anak sudah harus dimulai sejak masa dalam kandungan sebelum anak itu lahir ke dunia, bukan hanyya dilakukan setelah ia dewasa. Mendidik anak setelah dilahirkan dan berusia dewasa dikatakan oleh banyak ulama sudah masuk dalam kategori “terlambat”. Mereka, para ulama dan orang-orang sholih sudah jauh-jauh hari mulai memikirkan bagaimana mendidik anaknya kelak sejak sebelum pernikahan. Salah satunya dengan menentukan calon pasangan yang sholeh/ sholehah. Harapannya, tentu saja agar anaknya nanti dapat menjadi orang yang sholeh/ sholehah pula.



from : infoyunik

Malaikat Maut Kunjungi Manusia Setiap 21 Menit Sekali

Dream - Tahukah anda bahwa kematian selalu mengintai kita. Tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput. Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga  70 kali dalam sehari. Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan  kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu. Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa. 

Maka berkatalah Izrail:”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.

Manusia secar fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian. Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena  mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah SAW yang jelas menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.

Malaikat Izrail diciptakan Allah SWT dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah SWT sehingga dari ufu barat hingga timur bisa dijangkaunya dengan mudah. Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka. 

Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengtahui kapan manusia sudah tiba ajalnya : "Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. 

Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.

Jika titisan yang berwarna hijau,maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.

Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini. Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya." 

Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta'ala :
Allah subhanallah berfirman : "Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...” (Ali Imran : 154).

Subhanalla...begitu tertib tata cara kerja Allah SWT yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia. Wallahualam bishawab. Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah(baik di penghabisan).


from : infoyunik

3 JANJI ALLAH SWT BUAT MEREKA YANG BERSEDEKAH

Dream - Memberikan sedekah bagi sesiapa, entah kaya atau miskin sangat dianjurkan dalam Islam. Dan Allah SWT benar-benar memuliakan orang-orang yang gemar bersedekah. Allah SWT menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang rajin bersedekah.

Ada 3 janji Allah yang diberikan kepada mereka yang bersedekah.

Janji Allah SWT tersebut telah disampaikan melalui Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW.

Berikut 3 Keutamaan Sedekah

  1. Boleh Keluarkan Dosa Sedekah boleh menghapuskan dosa-dosa orang yang bersedekah. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    "Sedekah dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).

    Tentu saja penghapusan dosa ini harus disertai dengan doa dan taubat nasuha dari perbuatan-perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Taubat ini juga bermakna harus berhenti daripada dosa yang pernah dilakukannya. Dan sedekah itu juga bukan berasal dari perbuatan yang melanggar syariat, seperti Rasuah, riba, mencuri, Berbuat curang, Mengambil harta anak yatim dan sebagainya.

    Mereka sengaja merancang hal-hal diatas kemudian bersedekah agar pulang modal, tidak ada dosa. Perilkau seperti itu tentu saja tidak dibenarkan dalam agama Islam. Hal itu ibarat membersihkan kekotoran (dosa) dengan najis (rasuah dan sebagainya) yang lain.
  2. Mendapat Naungan Di Hari Kiamat Rasulullah SAW menceritakan tentang tujuh jenis manusia yang akan mendapat naungan di suatu hari, yang ketika itu tidak ada naungan selain dari Allah SWT.

    Salah satu jenis manusia yang mendapat naungan itu adalah orang yang gemar bersedekah.

    Rasulullah SAW bersabda, "Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari no. 1421).
  3. Harta Tidak Akan Berkurang Janji Allah SWT yang sangat hebat lain adalah bahawa harta tidak akan berkurang neski kita sedekahkan semuanya, hanya sedikit yang tersisa buat keperluan sehari-hari.

    Rasulullah SAW bersabda, "Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya. "(HR. Muslim).

    Lalu apa maksud sebenarnya bahawa hartanya tidak akan berkurang?

    Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawai menjelaskan, para ulama menyebutkan bahawa yang dimaksudkan di sini ialah dua perkara.

    Pertama iaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari mara bahaya. Maka pengurangan harta menjadi impas tertutupi oleh berkah yang abstrak. Hal ini boleh dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Meski banyak juga yang terlihat oleh mata bahawa mereka yang rajin sedekah lalu justru bertambah kaya dan sejahtera.

    Kedua Jika secara zatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut pulang modal tertutupi pahala yang diperolehi dan pahal ini akan dilipatgandakan sampai berlipat- ganda banyaknya.



from : Dunia Sementara