Pages

Friday, 28 August 2015

Manfaat Bangun di Bawah Jam 6 Pagi


Dream - Istilah "bangun pagi banyak rejeki" ternyata dibenarkan dari sisi pandang sains. Beberapa pengusaha sukses melakukan hal ini setiap harinya di mana mereka bangun di bawah jam enam pagi. Untuk mereka yang belum terbiasa bangun di saat matahari belum bersinar, hal ini bisa cukup menantang. Namun saat sudah dilakukan, bangun pagi ternyata membawa banyak manfaat. Enam di antaranya adalah:

Fokus pada tujuan
Bangun pagi dengan pikiran yang masih segar membantu Anda menetapkan tujuan dengan lebih terfokus. Anda juga bisa menentukan kerangka waktu untuk bisa mencapai tujuan itu. Dengan demikian apa yang Anda tuju bisa tercapai berkat pikiran yang masih "menyala".

Efisiensi waktu
Mereka yang bangun pagi bisa merencanakan besaran waktu yang dibutuhkan hari itu. Dengan rencana dan perkiraan waktu yang lebih matang maka Anda bisa meraih apa yang diinginkan. Bahkan bisa mendapat "waktu sampingan" memanjakan diri.

Bisa berolahraga
Rentang waktu yang agak panjang dari aktivitas utama bisa diisi dengan berolahraga. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga membantu pelepasan hormon endorfin yang memicu perasaan positif ke seluruh tubuh dan memberi energi yang dibutuhkan.

Sarapan dengan santai
Jika Anda bangun dengan waktu mepet, Anda bisa gagal sarapan. Namun saat bangun lebih pagi, Anda bisa memberi asupan bergizi pada tubuh lewat sarapan sehat yang disantap dengan santai. Beragam studi sudah menunjukkan pentingnya sarapan, salah satunya dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health yang menyatakan sarapan membantu kesehatan dengan cara luar biasa.

Lebih dulu dibanding orang lain
Bangun pagi bisa memicu kreativitas dan adrenalin lebih. Penulis Early Bird Gets The Worm: 6 Reasons To Start Your Day Before 6 AM, Eghosa Aihie, menyatakan adrenalin mengalir di dirinya saat bangun pagi karena tahu kompetitornya belum membuka mata untuk memulai semua kreativitasnya. Ini menyebabkan seseorang bisa melewati hari dengan energi lebih dan perasaan puas.


from : FEED.id

4 Efek Samping Akibat Pornografi!

Dream - Bahaya penggunaan pornografi bukan tentang benar dan salah. Jauh lebih dari itu, pornografi punya pengaruh besar merusak otak dan gangguan kejiwaan bagi penggunanya. Berikut beberapa efek samping pornografi.
1. Kehilangan dunia nyata

Ketika seseorang melihat pornografi, mereka menciptakan dunia sendiri, dunia yang palsu tanpa ada ikatan dengan orang sekitar. Mereka lupa dengan takdirnya sebagai manusia yang hidup secara intim dengan ikatan emosional dengan orang lain.
2. Memicu kecanduan

Studi menunjukkan bahwa otak bisa mengubah seseorang memiliki kecanduan. Layaknya alkohol dan obat-obatan, pornografi juga menimbulkan efek negatif yang sama. Penggunaan pornografi bisa membuat kecanduan yang sebenarnya bahkan lebih sulit untuk dihilangkan dibanding kecanduan obat-obatan.

3. Lapar

Pornografi itu adiktif, sehingga bisa menciptakan nafsu makan untuk dirinya sendiri. Rasa lapar yang terus muncul karena menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton pornografi. Waktu yang terbuang untuk melihat pornografi bisa membahayakan pekerjaan, hubungan, dan kesehatan.
4. Kehilangan ikatan emosional

Dalam jangka panjang, pornografi bisa menyebabkan seseorang gagal mengontrol emosional pribadi. Tidak bisa bertahan dalam suatu hubungan, bahkan bisa gagal menikah. Merusak kemampuan seseorang untuk memiliki hubungan yang sehat atau emosional dengan pasangan.

from : FEED.id

Rahasia Terbaru Candi Borobudur Terkuak!

Dream - Ternyata di kawasan Candi Borobudur terdapat danau purba yang memiliki lebar sekitar 8 kilometer. Dan itu sekitar 10 ribu tahun yang lalu atau Kala Plistosen Akhir.

Danau itu hilang akibat proses alamiah dan non-alamiah karena mengalami proses pendangkalan. Dapat diamati dari material penutup endapan danau yang merupakan hasil dari aktivitas vulkanik, tektonik, gerakan masa tanah dan batuan, serta aktivitas manusia. Bahkan jejak lingkungan danau juga dapat ditelusuri dari relief candi dan troponin yang menunjukkan adanya lingkungan danau.

Dosen Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta, Helmy Murwanto memaparkan keberadaan danau purba di sekitar candi Borobudur dapat dikenali melalui singkapan endapan danau berupa lempung hitam yang tersingkap.

Endapan danau yang tersingkap ini diakibatkan oleh proses geomorfologi. Sebaran endapan lempung hitam cukup luas itu ditemui di lembah sungai pacet yang berada di kaki Bukit Tidar, Mertoyudan yang diperkirakan sebagai bagian utara danau, hingga mencapai lembah sungai Sileng kaki pegunungan Menoreh sisi selatan danau.

"Kedua singkapan itu mempunyai jarak sekitar 8 kilometer," kata Helmy dalam ujian promosi doktor di Fakultas Geografi UGM dikutip Dream dari laman UGM.ac.id, Kamis 9 April 2015.

Dari hasil penelitian disertasinya, Helmy mengungkapkan material penutup endapan danau berasal dari material vulkanik dan sedimen dari pegunungan Menoreh.

Didukung hasil interprestasi citra satelit menunjukkan bahwa beberapa tempat merupakan lembah yang menyerupai alur sungai. Lembah tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian. Lembah ini terdapat di sekitar desa Bumisegoro, Pasuruhan, Saitan dan Deyangan.

Adapun perubahan bentuk lahan danau menjadi dataran lakustrin disebabkan oleh aktivitas vulkanik, tektonik, longsoran lahar dan aktivitas manusia.

Pendangkalan danau menjadi dataran lakustrin diakui Helmy tidak berlangsung dalam satu waktu tetapi berkali-kali. Tidak hanya itu, perubahan pola aliran sungai yang mengalir ke danau purba Borobudur terbentuk akibat proses pendangkalan dan pengeringan danau.

Keberadaan jalan lurus penghubung antara Candi Mendut, Pawon dan Borobudur dimungkinkan keberadaannya setelah danau mengalami pengeringan secara sebagian.

"Aktivitas manusia di sekitar candi Borobudur dipengaruhi oleh keberadaan danau. Hal ini terefleksikan dalam relief Candi Borobudur dan troponin di sekitar candi Borobudur,” ujarnya.
Dari hasil pemetaan spasiotemporal, danau ini dibagi menjadi tiga periode yakni Kala Plistosen Akhir, Kala Holosen dan Kala Resen. Pembagian waktu ini didasarkan pada hasil uji umur batuan.

Pada masing-masing Kala tersebut mempunyai luasan danau yang sangat berbeda-beda. Kala Plistosen Akhir atau di atas 10 ribu tahun yang lalu.

"Danau ini sangat luas dan saat itu masih belum terdapat peradaban dan bahkan Candi Borobudur saja belum dibangun," katanya. (Ism) 


from : Dream.co.id